Asma atau penyakit yang dikenal sebagai sesak nafas adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan pada cabang-cabang saluran udara (pipa-pipa super canggih yang lentur dan bekerja sangat otomatis) di paru-paru. Gangguan tersebut di antaranya akibat endapan lendir yang keluar dari dinding saluran tersebut dalam rangka menjerat, menerkam dan melumpuhkan bibit penyakit atau benda asing yang berpotensi merusak paru-paru.
Di antara fungsi saluran udara di paru-paru adalah menyeleksi dengan cermat setiap udara yang masuk. Karenanya bila pekerjaan yang diemban begitu berat, atau saluran udara ini bermasalah bisa membuat makhluk ini rusak, sehingga jadi kurang elastis (kaku), meradang, mengeluarkan lendir berlebihan yang mengganggu aliran udara. Lendir yang tersimpan di dinding saluran nafas bisa merembes deras bila lapisan pelindungnya mulai rapuh atau jebol.
Beberapa penyebab Asma
Polusi
Udara bersih yang kita hirup sangat dibutuhkan oleh paru-paru agar tubuh kita tetap sehat. Polusi udara yang menyebabkan udara tidak bersih kemudian kita hirup, menjadikan tubuh kita terserang asma.
Di Jakarta misalnya, ibu kota yang berpenduduk padat ini dipenuhi dengan hutan beton, bangunan, pabrik yang tingkat polusinya menempati ranking 5 besar di dunia.
Polusi bisa berasal dari polutan/asap alat transportasi, uap dari cerobong pabrik/industri, asap pembangkit listrik, pembakaran (perapian, kompor dan ragam alat pembakaran).
Tempat Tinggal dan Lingkungan Kotor
Lingkungan tempat tinggal yang kotor dan bau tak sedap, dapat menyebabkan sesak nafas. Demikian juga dengan sirkulasi udara yang tidak lancar di rumah kita. Itulah sebabnya, Rasulullah SAW menganjurkan agar kita senantiasa menjaga kebersihan. Beliau bersabda : “Islam itu agama yang bersih, maka hendaknya kamu menjadi orang yang bersih, sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih” (HR Tabrani).
Pemanis Buatan
Pemanis sintetis/buatan, ternyata membawa implikasi yang merugikan kesehatan, khususnya saluran pernafasan. Di Eropa dan Amerika sendiri peredaran pemanis buatan seperti aspartam, sakarin, siklamat, sukralosa, xylitol atau sorbitol mendapat protes dari sejumlah ahli kesehatan.
Beberapa ahli kesehatan menyerukan bahaya penggunaan pemanis buatan, terutama aspartam bagi kesehatan, di antaranya dapat memicu sesak nafas (asma).
Gizi Buruk
Seseorang yang mengalami gizi buruk/ kekurangan gizi akan terkena sakit asma ketimbang mereka yang mengkonsumsi makanan dengan gizi yang cukup. Hal ini dikarenakan, organ saluran nafas yang bercabang-cabang di paru-paru tidak mampu bekerja optimal, sehingga menimbulkan sesak nafas.
Pembasmi Serangga, Pembersih dan Pengharum
Obat pembasmi serangga yang sering digunakan untuk membunuh nyamuk dan kecoa di rumah kita ini, ternyata bisa menimbulkan dampak lain. Yaitu terhisapnya udara yang mengandung bahan-bahan berbahaya dari obat pembunuh serangga itu. Demikian juga dengan pembersih lantai/kaca, perabotan logam, deterjen, pengharum dan pemutih pakaian, bila digunakan berlebihan dan dihirup terlalu lama bisa merusak saluran pernafasan.
Tiadanya Ketenangan (Stress)
Beban hidup yang berat, ketegangan jiwa, baik berupa rasa cemas, dapat menimbulkan pengaruh kerja paru-paru, sehingga memunculkan penyakit asma.
Terapi Penyakit Asma
Terapi penyakit sesak nafas dan yang sejenisnya secara umum telah diresepkan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab “Ath-Thibbun Nabawi“-nya, yakni minum minyak satu sendok habbatus sauda’ dicampur air. Karena banyak ahli pengobatan sependapat bahwa minyak habbatus sauda’ sangat cepat memburu atau menembus sumber-sumber penyakit. Selain itu, asma bisa juga diatasi dengan terapi bekam dan gurah.
Wallahu’alam @