Setetes Ilmu Di Tengah Lautan Ilmu Ath-Thibbun Nabawi

Berobatlah dengan Al-Quran

Alij-Nafsaka-BilquranAl-Quran adalah kitab suci yang diturunkan sebagai rahmat bagi alam semesta. Manusia sebagai ciptaan Allah yang sempurna tentunya sangat mendapatkan karunia terbesar dengan diturunkannya kitab suci terakhir ini. Selain sebagai petunjuk hidup, al-Quran juga menjadi syifa‘/obat bagi penyakit jiwa dan fisik yang diderita oleh manusia. Melalui aktivitas membaca dan mendengarkan lafazh-lafazh al-Quran, kita bisa mendapatkan manfaat, seperti  pahala dari setiap ayat yang kita baca, ketenangan hati, rasa syukur atas nikmat Allah SWT yang telah dilimpahkan kepada kita, serta kesembuhan dari penyakit.

Ir. Abdu Daim al-Kahil, salah seorang ilmuwan muslim dari Mesir menulis sebuah buku seputar pengobatan dengan al-Quran dengan judul : A’lij Nafsaka bil Quran (Obati dirimu dengan al-Quran).

Menurut beliau, pengobatan dengan al-Quran bukan berarti meninggalkan pengobatan medis dan penemuan ilmu kedokteran modern, tetapi merupakan salah satu upaya mengikuti anjuran Rasulullah SAW kepada setiap orang-orang beriman, sebagaimana sabda beliau : Tadaawau yaa  ‘ibadaallah…! (Berobatlah kalian wahai hamba-hamba Allah). Oleh karenanya, hendaklah setiap muslim berusaha mengambil manfaat pengobatan dengan al-Quran ini dengan cara membacanya, merenungi kandungan maknanya, mendengarkannya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengobatan dengan al-Quran sesungguhnya merupakan pengobatan terbaik bagi setiap orang mukmin, karena dengannya dia akan dapat merasakan betapa ‘hebatnya’ mukjizat al-Quran.@

Lebih-Sehat-Dengan-BergerakPada dasarnya, fitrah kita sebagai manusia adalah makhluk bergerak. Semakin banyak bergerak, semakin baik. Karena dengan bergerak, kita akan lebih sehat. Air bersih di sungai adalah air yang mengalir, apabila tidak tercemari oleh sampah. Tapi air yang tergenang, semakin lama semakin berbau, kotor dan menimbulkan penyakit.

Nabi kita Muhammad SAW sendiri menasehati kita, agar senantiasa beraktivitas terutama di pagi hari akan memberikan keberkahan bagi umurnya. Bahkan ada do’a khusus yang beliau panjatkan kepada Allah untuk keberkahan umatnya di pagi hari :

اللهم بارك لأميى فى بكورها

Ya Allah, berkahilah umatku di pagi harinya.

Selain itu, bergerak adalah aktivitas yang akan membantu regenerasi sel-sel tubuh sehingga terus diperbarui. Lewat aktivitas fisik, manusia akan lebih sehat dan mendapat kebugaran.

Banyak ibadah yang dianjurkan dalam Islam membutuhkan gerak tubuh yang tentu sangat menyehatkan. Shalat, misalnya. Diawali dari mengangkat tangan, kemudian ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud hingga salam. Semuanya membutuhkan aktivitas gerak tubuh yang menyehatkan kita.

Karenanya, untuk menjaga kesehatan kita. Kita dianjurkan untuk memperbanyak gerak. Jangan sampai dimanjakan oleh fasilitas yang justru melemahkan tubuh kita. @

Bayi-menangisMenangis adalah bentuk ungkapan perasaan yang muncul dalam diri seseorang secara alamiah. Baik ketika dia mengalami kesedihan maupun perasaan senang dan gembira. Sebuah penelitian unik yang dilakukan oleh Dr Wiliam A.Barry di Pusat Penelitian Mata dan Air Mata, di Saint Paul Ramos Medical Centre, menyimpulkan bahwa menangis itu sangat bermanfaat bagi kesehatan jiwa dan emosi kita. Penelitian ini juga menegaskan bahwa merupakan kesalahan jika kita menahan keinginan untuk menangis manakala kita memang sedang menghadapi persoalan yang menuntut kita untuk menangis.

Dr. Barry menegaskan, “Air mata itu jelas sangat berperan dalam membersihkan mata kita dan juga berperan penting dalam meringankan tekanan jiwa yang tersimpan, yang jika terus disimpan justru akan semakin memperparah beberapa jenis penyakit; seperti radang lambung, tekanan darah tinggi, serta peradangan pada selaput usus besar.”

Menangis, baik bagi laki-laki maupun perempuan, merupakan metode yang paling aman untuk memperbaiki kondisi kesehatan. Menangis bukan merupakan tanda akan kelemahan seseorang atau ketidak-matangannya. Ia justru merupakan cara alami untuk melenyapkan unsur-unsur yang merugikan dari dalam tubuh untuk disingkirkan manakala seseorang itu sedang mengalami kegoncangan.

Berbagai studi kedokteran menegaskan bahwa otak itu akan mengeluarkan unsur-unsur kimiawi pada air mata yang dikeluarkan ada saat air mata itu mengalir. Di samping itu, menangis juga akan menambah jumlah detak jantung dan dapat dikategorikan sebagai latihan yang bermanfaat bagi diafragma serta otot-otot dada dan kedua pundak. Setelah menangis, kecepatan detak jantung akan kembali normal, otot-otot akan bisa meregang dan selanjutnya akan muncul kondisi perasaan yang nyaman, sehingga pandangan seseorang kepada berbagai persoalan yang dihadapinya itu menjadi lebih jelas.

Akan tetapi, studi itu mengingatkan bahwa menahan air mata bisa menyebabkan perasaan tertekan dan tegang, yang selanjutnya bisa menyebabkan munculnya berbagai penyakit, seperti pusing dan bisul.

Wallahu’alam @

Disadur dari : “Berobat dengan Air Mata“, Hasan bin Muhammad Ba Mu’aibid, terbitan Mumtaza.

Makan-Minum sambil Berdiri

Minum-dudukDi kota besar seperti Jakarta —  atau bahkan beberapa kota lainnya, kita sering menjumpai acara pesta pernikahan dengan menyediakan ruangan besar bagi tamu tanpa kursi dan meja. Hidangan jamuan makan untuk tamu terhidang di sebuah meja besar dan panjang. Dalam kondisi seperti itu, mau tidak mau, tamu akan makan dan minum sambil berdiri. Di kalangan remaja atau para selebritis, kita juga mengenal apa yang disebut sebagai standing party. Sebetulnya, apakah makan dan minum sambil berdiri itu baik untuk kesehatan kita?

Dalam sebuah hadis, Anas radhiallahu’anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW melarang minum sambil berdiri. Qatadah berkata, “Lalu kami bertanya, ‘Kalau makan?’ . Beliau bersabda, ‘Kalau makan (sambil berdiri) maka itu lebih buruk dan keji‘. (HR Muslim, kitab al-Asyribah).

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda:

Janganlah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Barang siapa yang lupa hal itu, hendaklah ia memuntahkannya” (HR Muslim/3775).

Dr. Abdurrazzaq al-Kailani menjelaskan bahwa makan dan minum sambil duduk lebih menyehatkan, aman, enak dan menjaga kehormatan. Sebab, apa yang dimakan dan diminum sambil duduk akan melewati dinding perut dengan pelan dan lembut. Sedangkan, minum sambil berdiri menyebabkan jatuhnya air ke dasar perut dengan keras dan menghantamnya. Jika hal ini terjadi secara berulang-ulang, dan dalam waktu yang lama bisa menyebabkan perut menjadi longgar dan lemah. Selanjutnya, perut akan sulit mencerna.

Dahulu, Nabi pernah minum sambil berdiri karena kondisi darurat yang menghalanginya untuk minum sambil duduk, seperti keadaan sesak di tempat-tempat yang suci. Beliau tidak menjadikan hal itu sebagai kebiasaan dan terus-menerus. Di samping itu, makan sambil berjalan juga tidak sehat, sebagaimana yang telah diketahui masyarakat muslim.

Dr. Ibrahim ar-Rawi menyatakan bahwa manusia ketika berdiri dalam keadaan tertekan; maksudnya, tubuh menerima tekanan gravitasi yang tinggi ketika berdiri, dan alat penyeimbang dalam syarafnya dalam keadaan sangat aktif. Sehingga, ia melakukan kontrol penuh terhadap seluruh otot tubuh untuk melakukan keseimbangan dan berdiri tegak. Hal itu membuat manusia tidak mampu mendapat ketenangan dari organ tubuh yang berfungsi untuk aktivitas makan dan minum. Ketenangan ini hanya diraih manusia saat dalam kondisi duduk. Sebab, sejumlah otot dan syaraf dalam keadaan tenang dan santai, panca indra normal, serta respon sistem pencernaan terhadap makanan dan minuman juga semakin baik.

Fakta lainnya, makan dan minum yang dilakukan dengan berdiri secara terus-menerus akan membahayakan dinding usus dan beresiko menyebabkan luka pada lambung. Menurut para dokter, 95% luka pada lambung terjadi di tempat-tempat jalan masuknya makanan atau minuman. Saat berdiri, akan terjadi pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah. Ini terkadang menyebabkan rasa sakit dan mengganggu fungsi pencernaan. Akibatnya, seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Wallahu’alam @

Setiap Penyakit Ada Obatnya

Digital imageHidup di dunia ini pasti tidak akan pernah lepas dari ujian dan cobaan. Bahkan ujian dan cobaan itu merupakan bagian dari sunnatullah (ketetapan Allah) yang pasti berlaku bagi semua manusia. Allah menguji kita dalam bentuk yang kita tidak senangi, seperti sakit misalnya. Ataupun dalam bentuk yang kita senangi, yaitu kekayaan, kesehatan dan kenikmatan hidup yang kita rasakan. Semuanya merupakan ujian untuk mengukur kadar keimanan kita kepada kekuasaan Allah SWT.

Dalam al-Quran, surat Al-Anbiyaa :35, Allah berfirman :

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan” .

Ibnu Abbas radhiallahu’anhu berkata mengenai ayat ini : “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan, kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan maksiat, petunjuk dan kesesatan”.

Ketika sakit, kita bersabar dan berusaha untuk mencari obat agar penyakit itu bisa hilang. Dan yang perlu kita yakini, bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, sebagaimana hadis yang disebutkan berikut ini.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari hadis Abu Zubair, dari Jabir bin Abdillah, dari Nabi shallallhu ‘alaihi wasallam (SAW), bahwa beliau bersabda :

Masing-masing penyakit pasti ada obatnya. Kalau obat sudah mengenai penyakit, maka pasti akan sembuh dengan izin Allah SWT” .

Dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Atho’, dari Abu Hurairah bahwa ia berkata : Rasulullah SAW bersabda :

Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia menurunkan obatnya“.

Kedua hadis di atas menjelaskan kepada kita, bahwa penyakit apa pun yang diderita oleh manusia, pasti ada obatnya. Ikhtiar mencari pengobatan untuk memperoleh kesembuhan terhadap penyakit itu adalah bagian dari ibadah, sehingga harus diniatkan karena Allah SWT dan berusaha agar tidak bertentangan dengan syariat.

Banyak pilihan yang bisa diambil seseorang ketika dia memutuskan untuk mengobati penyakitnya. Ada yang bertemu dengan dokter, tabib, atau sinshe. Namun apa pun pilihannya, seorang muslim hendaknya meyakini bahwa yang menyembuhkan penyakit adalah Allah SWT. Apapun jalan ikhtiar yang kita ambil, semuanya bermuara kepada tawakkal kepada Allah SWT.

Wallahu’alam @

habbah sauda'Siapa yang tak kenal dengan habbatus sauda‘? Biji berkhasiat yang disebutkan dalam hadis Nabi sebagai obat segala penyakit ini ternyata memiliki kemampuan luar biasa. Satu di antaranya adalah sebagai penguat sistem kekebalan tubuh kita.

Salah satu bukti rahmat Allah SWT yang besar adalah, Dia telah menciptakan sistem khusus untuk melindungi tubuh kita dari serangan luar mikro organisme berikut racun-racun yang dimasukkannya ke dalam tubuh manusia.

Sistem pertahanan ini disebut dengan sistem imunitas (immunity system) yang menjalankan dua fungsi yang saling melengkapi untuk mencegah sekaligus membuang faktor penyebab penyakit yang menyerang tubuh. Entah dengan langsung menghancurkannya atau dengan memproduksi antibodi-antibodi dan sel-sel spesifik yang sesuai dengan struktur organisme yang menyerang tubuh terlebih dahulu, sebelum akhirnya memusnahkannya.

Habbatus sauda‘ sendiri diketahui perannya dalam sistem kekebalan tubuh, setelah adanya penelitian yang dilakukan oleh Dr. El-Kadi dan kawan-kawan di Amerika Serikat. Dari hasil penelitian ini kemudian banyak majalah kesehatan yang terbit di Timur Tengah maupun Amerika memberikan tanggapannya.

Majalah Mana’ah Dawa’iyah mempublikasikan hasil riset seputar pengaruh habbatus sauda’ terhadap limfosit penghancur sel-sel kanker manusia di luar, dalam tabung percobaan, serta terhadap aktivitas fagositosis sel-sel darah putih berinti banyak.

Majalah Kanker Eropa, mempublikasikan sebuah hasil riset tentang pengaruh zat aktif thymoquinon– yang terkandung dalam habbatus sauda’ — terhadap kanker lambung pada tikus. Riset tersebut membuktikan bahwa berbagai macam minyak asiri yang terdapat pada biji habbatus sauda’ bisa dianggap sebagai faktor kimiawi yang kuat dan mampu mencegah terjadinya kanker di lambung. Diduga, hal ini disebabkan minyak asiri tersebut memiliki efek anti-oksidan dan anti-inflamasi.  Dan masih banyak lagi publikasi dari berbagai majalah kesehatan yang terbit di luar negeri.

Mengonsumsi habbatus sauda’ secara rutin, insya Allah akan menguatkan sistem kekebalan tubuh kita. Apalagi, nabi kita Muhammad SAW menyebutnya sebagai dawaaun likulli daain (obat dari segala macam penyakit).

Wallahu’alam @

Bawang Merah, Si Bola Emas

Seperti halnya bawang putih, bawang merah adalah salah satu pelengkap bumbu di dapur kita. Warnanya merah dan bentuknya tidak jauh berbeda dengan bawah putih. Bawang merah adalah sejenis sayuran dari keluarga liliceae, sayuran yang memiliki aroma menyengat karena kandungan sulfat alil, yaitu zat belerang yang mudah menguap.

Oleh karena itu, hendaknya berhati-hati menggunakan bawang merah iris yang disimpan, karena akan layu dan menjadi bahan beracun, maka sebaiknya gunakan dalam keadaan segar.

Para ulama Islam terdahulu telah memanfaatkan bawang merah sebagai salah satu sarana pengobatan untuk berbagai macam penyakit. Ibnu Baitar, misalnya, dia memberi penjelasan tentang manfaat sayuran yang juga dikenal sebagai al kurah adz dzahabiah atau bola emas ini : “Bawang merah menambah nafsu makan, melembutkan dan membikin haus perut. Jika direbus akan melancarkan kencing. Memakan bawang merah bisa meningkatkan libido. Bau bawang merah bisa dihilangkan dengan kenari bakar dan keju goreng“.

Sebuah majalah terbitan Perancis menulis, bahwa ahli kedokteran George Luckvisky menginjeksi banyak pasien – utamanya penderita kanker -, dengan serum bawang merah, ternyata mendapatkan hasil yang sangat menggembirakan.

Bahan-bahan aktif medisinal yang terdapat dalam bawang merah adalah vitamin C yang anti pembusukan, hormon-hormon seks penambah gairah kaum lelaki, bahan colocnin, yaitu sejenis insulin yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Oleh sebab itu, bawang merah termasuk obat-obatan yang berguna bagi penderita gula darah. Di dalam bawang merah juga terdapat belerang, besi dan vitamin yang dapat menguatkan otot-otot.

Kita temukan petani-petani miskin yang bergantung pada makanan yang banyak bawang merah segar akan menjadi lebih kuat daripada orang kaya yang makan makanan enak dan bergizi serta hidup dalam kemewahan. Kita percaya bahwa umur di tangan Allah, tetapi secara empiris terbukti bahwa orang-orang yang panjang usia adalah orang-orang yang paling banyak mengonsumsi bawang merah.

Wallahu’alam @

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.